Artikel
منشور 2020-06-22
كيفية الاقتباس
Maskuri, Maskuri. "NEGARA DAN POLITIK PENAMAAN DI JAWA DALAM PANDANGAN MENJADI MUSLIM KEKINIAN". SAMAWAT: Journal Of Hadith and Qur’anic Studies 3, no. 1 (يونيو 22, 2020). تاريخ الوصول فبراير 1, 2026. https://ejournal.badrussholeh.ac.id/index.php/samawat/article/view/171.
الملخص
Dalam pandangan masyarakat tradisional, pemberian nama kepada seseorang di Jawa bisa menjadi penanda klasifikasi sosial (kelas priyayi, kelas santri, kelas abangan, kelas bawah, kelas bangsawan, dan lain-lain), sekaligus sebagai penanda waktu atau kondisi ketika masyarakat jawa dilahirkan. Namun, dalam 30 tahun terakhir, tradisi penamaan tersebut semakin ditinggalkan oleh generasi baru orang tua di Jawadengan menggunakan nama-nama baru yang tidak pernah ada dalam perbendaharaan nama Jawa: variasi linguistiknya lebih luas dan memiliki makna berorientasi masa depan. Apakah pergeseran makna dalam penamaan memiliki hubungan yang dekat dengan Islamisasi di Jawa, mengingat perubahan ini melibatkan sejumlah besar nama Arab yang merupakan salah satu register keislaman di negeri ini? Dengan pendekatan penamaan yang memproses hampir sejuta nama penduduk di Kabupaten Blitar, penelitian ini membuktikan dengan jelas tentang peran negara secara tidak langsung dalam pertumbuhan orientasi keislaman generasi baru orangtua di Jawa. Masyarakat jawa ingin menghubungkan masa depan anak-anak masyarakat jawa dengan Islam. Generasi Muslim kekinian telah secara tidak langsung dibentuk oleh generasi baru orang tua ini melalui penamaan, di mana dunia baru yang masyarakat jawa inginkan untuk anak-anak masyarakat jawa terkait dengan Islam melalui nama-nama Arab yang memiliki orientasi untuk menjadi Muslim yang baik di era kekinian. Kata kunci: Penamaan, Negara, Islam, Jawaالمراجع
- Uhlenbeck, E.M., “Systematic Features of Javanese Personal Namesâ€, in Tatjana