EPISTEMOLOGI ISLAM RASIONAL HARUN NASUTION SEBAGAI PINTU AWAL MASUKNYA FILSAFAT ISLAM DI INDONESIA

Penulis

  • Muhammad Rizky Shorfana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Indonesia

Kata Kunci:

Epistemology, Islamic, Indonesian, Harun Nasution

Abstrak

Studi ini menganalisis epistemologi Islam rasional Harun Nasution sebagai pintu awal masuknya filsafat Islam di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini menggambarkan bagaimana Harun Nasution mendialogkan akal dan wahyu dalam memahami ajaran Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Harun Nasution memandang akal dan wahyu sebagai dua entitas yang saling melengkapi, dengan wahyu membimbing akal dalam memahami realitas. Gagasannya yang mengadaptasi rasionalisme Mu’tazilah membuka ruang diskusi intelektual dalam konteks keislaman Indonesia, sekaligus mendorong pengintegrasian filsafat dalam kajian Islam di perguruan tinggi. Meskipun menghadapi resistensi dari kelompok konservatif, pemikiran Harun memberikan kontribusi signifikan dalam memperkenalkan paradigma rasional dalam studi Islam, menjembatani tradisi dan modernitas. Temuan ini menegaskan pentingnya filsafat sebagai alat untuk memperkaya pemahaman keagamaan yang inklusif dan relevan dengan tantangan zaman.

Referensi

Achadah, A., & Fadil, M. (2020). Filsafat Ilmu: Pertautan Aktivitas Ilmiah, Metode Ilmiah dan Pengetahuan Sistematis. Jurnal Pendidikan Islam, http://journal.unipdu.ac.id:8080/index.php/jpi/article/view/2123 4(1 Juni), 131–141.

Adryan, M., & Santalia, I. (2022). Aliran Asy’ariyah: Sebuah Kajian Historis Pengaruh Aliran Serta Pokok Teologinya. Innovative: Journal Of Social Science Research, 2(1), 754–759. https://doi.org/10.31004/innovative.v2i1.4846

Alkhadafi, R. (2024). Epistemologi Filsafat Islam. JMPI: Jurnal Manajemen, Pendidikan dan Pemikiran Islam, 2(1).. https://journal.as salafiyah.id/index.php/jmpi

Amin, S. (2019). Islam di tinjau dari Berbagai Aspeknya (p. 306).

Arifin, M. (2021). Teologi Rasional Perspektif Pemikiran Harun Nasution. In Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952. (Vol. 13, Issue April).

Ashari, S. (2020). Teologi Islam Persepektif Harun Nasution. An-Nur Jurnal Studi Islam, 10(1), 73–96.

Asiva Noor Rachmayani. (2015). AKAL DAN WAHYU. 6.

Barlian, E. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Sustainability (Switzerland), 11(1), http://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017-Eng 8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008.06. 005%0Ahttps://www.researchgate.net/publication/305320484_SISTEM_PEMBETUNGAN _TERPUSAT_STRATEGI_MELESTARI

Darmalaksana, W. (2009). Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka dan Studi Lapangan. MidSens’09 - International Workshop on Middleware Tools, Services and Run-Time Support for Sensor Networks, Co-Located with the 10th ACM/IFIP/USENIX International Middleware Conference, 1–6. https://doi.org/10.1145/1658192.1658193

Dhestiana, N. (2019). Kedudukan Akal & Wahyu Perspektif M. Abduh Dan Harun Nasution. Jurnal Ajian Keislaman Dan Pendidikan, 10(1), 29.

Fauzan A’maludin A’lam. (2020, December 11). Biografi Prof. Dr. Harun Nasution: Pembawa Gagasan Rasionalisme ala Muktazilah di IAIN. https://bincangsyariah.com/khazanah/biografi-prof-dr-harun-nasution-pembawa-gagasan rasionalisme-ala-muktazilah-di-iain/

Hidayat, M. H. (2015). HARUN NASUTION DAN PEMBAHARUAN PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM. Tadris, 10(1).

Irfan, M. (2018). Paradigma Islam Rasional Harun Nasution: Membumikan Teologi Kerukunan. Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (Jisa), 1(2), 103. https://doi.org/10.30829/jisa.v1i2.5434

Kemenag. (2019). AlQuran Kemenag Edisi Penyempurnaan-2019 (2019th ed.). Kemenag.

Mukhlis, M. (2020). Kritik Konsep Pembaharuan Islam Harun Nasution dalam Islam di Tinjau dari Berbagai Aspeknya. Jurnal Mahasantri, 1(1), 48–78.

Nasution, H. (1986). Akal dan wahyu dalam islam. UI Press.

Ngalimun, N., & Rohmadi, Y. (2021). Harun Nasution: Sebuah Pemikiran Pendidikan Dan Relevansinya Dengan Dunia Pendidikan Kontemporer. Jurnal Terapung: Ilmu - Ilmu Sosial, 3(2), 55. https://doi.org/10.31602/jt.v3i2.6016

Rahman, A. A. A. (2016). BETWEEN THE CLASSICAL MU’TAZILITES AND NEO MU’TAZILITES: AN ANALYSIS OF HARUN NASUTION’S MODERN ISLAMIC THOUGHT IN INDONESIA. Journal GEEJ, 7(2), 1–23. http://www.joi.isoss.net/PDFs/Vol 7-no-2-2021/03_J_ISOSS_7_2.pdf

Rahman, E. Y. (2023). Sejarah Dan Filosofi Nilai Tari Kabasaran Minahasa. Journal of Islamic History And Civilization, (2), 1–15.

Refleksi pembaharuan pemikiran Islam 70 tahun Harun Nasution / Panitia penerbitan buku dan seminar 70 tahun Prof. Dr. Harun Nasuiton (Cet. 1.). (1989). Jakarta: Lembaga Studi Agama dan Filsafat, 1989.

Sahrawi. (2022). Implementasi Pemikiran Harun Nasution. Jurnal Pendidikan Islam, 20(1), 25 40.

Selsha Amalia, S. J. P. (2024). Al- Qur ’ an Sebagai Wahyu Allah , Pengertian Dan Proses Turunnya Wahyu Allah. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia, 1(2), 152–158.

Suaedi. (2016). Filsafat, Ilmu dan Filsafat Ilmu. 978–979.

Sugiono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitataif dan Kombinasi (Mixed Methods). Alfabeta.

Syakur, A. (2018). Polemik Harun Nasution Dan H.M. Rasjidi Dalam Mistisisme Islam. ULUL ALBAB Jurnal Studi Islam, 19(2), 343–363. https://doi.org/10.18860/ua.v19i2.5530

Tompunu, I., & Malli, R. (n.d.). STUDY OF HARUN NASUTION ’ S. 259, 36–58.

View of The Role of Intellect (Al-`Aql) in the Discourse of Harun Nasution.pdf. (n.d.).

Wahidin, A. (2015). Wahyu Dan Akal Dalam Perspektif Al-Qur ` an. Journal Al Tadabbur: Jurnal Ilmu Al Quran Dan Tafsir, 2(2), 262–291.

Wardani, M. Z. A. &. (2015). Dinamika Kajian Filsafat Islam di Indonesia. 6.

Yusuf, S. (2024). Rational Thinking Of Harun Nasution: The Renewal Of Islamic Moral Education In Indonesia. Qolamuna: Jurnal Studi Islam, 10(01), 1–12. https://doi.org/10.55120/qolamuna.v10i01.1755

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-29

Cara Mengutip

Shorfana, M. R. . (2025). EPISTEMOLOGI ISLAM RASIONAL HARUN NASUTION SEBAGAI PINTU AWAL MASUKNYA FILSAFAT ISLAM DI INDONESIA. Jurnal Al-Hikmah, 5(2), 44–56. Diambil dari https://ejournal.badrussholeh.ac.id/index.php/Al-Hikmah/article/view/480