PENALARAN ISTIṢLAḤIYYAH DALAM PENCATATAN PERKAWINAN DI INDONESIA
Abstract
ABSTRACT
This article aims to discuss the problems of registering marriages in Indonesia based on istiṣlaḥiyyah reasoning. Marriages that are not registered in Indonesia are known as unregistered marriages (nikah sirri). This happens a lot in Indonesia, both among the common people, officials or artists, with a popular term, namely the mistress. The phenomenon of sirri marriages is not unfamiliar to Indonesia. Some people still consider the polemic of marriage regulations to be trivial. Some people think that the legal rules regarding sirri marriages have not been accommodated in their entirety, especially regarding the law, which still looks ambiguous. This condition will certainly result in a prolonged polemic which implies a dualistic understanding of the interpretation of the Law, particularly the regulation of marriage. This research is a type of library research, with a qualitative normative approach. The results of this study conclude that the implementation of marriage registration is an obligation to realize the benefit of various parties, as recommended by the government in the Marriage Law No. 1 of 1974, KHI and PP No. 9 of 1975.
Keywords : Istiṣlaḥiyyah, Marriage Registration, Nikah Sirri
References
Abdullah, Gani Abdul. Himpunan Perundang-Undanan dan Peraturan Peradilan Agama. Jakarta: PT.Intermasa, 1991.
Akbar, Ali. “Nikah Sirri Menurut Perspektif Al-Qura’anâ€, Jurnal Ushuluddin, No. 2, Vol. 22 Juli, 2014.
Anshari (al), Abu Yahya Zakariya. Fathul Wahab. Beirut: Darul Fikri, t.th.
Ar-Rahmaniy, Mursyidin. “Teori Al-Istishlah Dalam Penerapan Hukum Islamâ€, Al-Qadha, No.02, Vol.04 2017.
Aulawi, A. Wasit. “Nikah Harus Melibatkan Masyarakatâ€, Jurnal Dua Bulanan Mimbar Hukum, No.28 September-Oktober, 1996.
Bakar, Al Yasa’ Abu. Metode Istislahiah (Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dalam Ushul Fiqh). Jakarta: Prenadamedia Group, 2016.
Buthi (al), Muhammad Sa’id Ramadhan. Dawabit al-Maslahah fi al-Syari’ah al-Islamiyyah. Beirut: Muassasah Risalh, 1992.
Cahyono, Bagus. “Kedudukan Nikah Sirri Dalam Pandangan Pelakunya di Dusun Butak Desa Bulusar Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri†(Skripsi--STAIN Kediri, 2016).
Caniago, Sulastri. “Pencatatan Nikah Dalam Pendekatan Maslahahâ€, Juris No.2, Vol.14 Juli-Desember, 2015.
Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 2001.
Djubaedah, Neng. Pencatatan Perkawinan dan Perkawinan Tidak Dicatat. Jakarta: Sinar Grafika, 2010.
Fakhria, Sheila. “Menyoal Legalitas Nikah Sirri (Analisis Metode Istislahiyyah)â€, Al-Ahwal, No.2, Vol.9 Desember, 2016.
Fitria, Syukri Fathudin AW dan Vita. “Problematika Nikah Sirri dan Akibat Hukumnya Bagi Perempuanâ€, Jurnal Penelitian Humaniora, No.1, Vol.15 April, 2010.
Ghazaly, Abd. Rahman. Fiqh Munakahat. Jakarta: Kencana, 2006.
Halil Thahir, Ijtihad Maqasidi: Rekonstruksi Hukum Islam Berbasis Interkoneksitas Maslahah (Yogyakarta: Lkis Pelangi Aksara, 2015), h.38
Ika, Nani. “Akibat Hukum Perkawinan Poligami Yang Dilangsungkan Tanpa Izin Pengadilan (Studi Kasus di Pengadilan Agama Padang)â€, (Thesis--Universitas Sumatera Utara)
Islamiyati. “Pencatatan Pernikahan Sebagai Upaya Penanggulangan Nikah Sirri Dalam Hukum Islam (Analisa Terhadap Metode Penggalian Hukum)â€, MMH, No.3 September, 2010.
Julir, Nenan. “Pencatatan Perkawinan Di Indonesia Perspektif Ushul Fikihâ€, Mizani: Wacana Hukum, Ekonomi dan Keagamaan, No.1, Vol.4 2017.
Jauziyyah, Muhammad ibn Abi Bakr ibn Ayyub ibn Sa’ad ibn Hariz ibn Qayyimal. I’lam al-Muwaqqi’in. Kairo: Dar al-Hadis, 2002
Kharlie, Ahmad Tholabi. “Administrasi Perkawinan di Dunia Islam Modernâ€, Jurnal Bimas Islam, No.2, Vol.9 2016.
Kompilasi Hukum Islam
Majah, Ibnu. Sunan Ibn Majah “Kitab Nikahâ€, Hadis no.1885.
Manan, Abdul. Reformasi Hukum Islam Indonesia. Jakarta: Rajawali Press, 2016.
Masturiyah. “Nikah Sirri; Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Perkawinan Nasionalâ€, Musawa, No.1, Vol. 12 Januari, 2013.
Manshur, Ali. Hukum dan Etika Pernikahan Dalam Islam. Malang: UB Press, 2017.
Matnuh, Harpani. “Perkawinan Dibawah Tangan Dan Akibat Hukumnya Menurut Hukum Perkawinan Nasionalâ€, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, No. 11, Vol.6 Mei, 2016.
Mohsi, “Pencatatan Perkawinan Sebagai Rekonseptualisasi System Saksi Perkawinan Berbasis Maá¹£laḥahâ€, Alâ€adalah: Jurnal Syariah dan Hukum Islam, Vol. 4, No. 2, Desember, 2019), .
Muhdhar, M. Zuhdi. Memahami Hukum Perkawinan: Nikah Talak dan Rujuk Menurut Hukum Islam UU No. 7 Tahun 1989 dan KHI di Indonesia. Bandung: Al-Bayan, 2000.
Mujiburrohman dan Mohsi, “Konstruksi I’lan Al-Nikah Dalam Fiqh Pancasila (Telaah Pencatatan Perkawinan Perspektif Sadd Al-Dzarῑ’ah)â€, Ulûmuna: Jurnal Studi Keislaman, Vol.3, No. 1, Juni, 2017.
Munawwir, Ahmad Warson. Al-Munawwir. Surabaya: Pustaka Progresif, 1997.
Munawwir, Kamus Al-Munawwir. Yogyakarta: t.p., 1998.
Nugraheni, Asep Aula Ulfan dan Destri Budi. “Analisis Yuridis Peluang Pencatatan Perkawinan Sebagai Rukun Dalam Perkawinan Islamâ€, Jurnal Penelitian Hukum, No.1, Vol.1 (Maret, 2014.
Nasir, Muhammad. “Maqashid Al-Syari’ah Dalam Pencatatan Perkawinan Di Indonesiaâ€, Jurnal At-Tafkir, No.2, Vol.IX Desember, 2016.
Nasution, Khoiruddin. Hukum Perkawinan 1. Yogyakarta: ACAdeMIA + TAZZAFA, 2005.
Nasutian, Khoiruddin. Status Wanita di Asia Tenggara : Studi Terhadap Perundang-Undangan Perkawinan Muslim Kontemporer di Indonesia dan Malaysia. Leiden-Jakarta: INIS, 2002.
Nasution, M. Atho Mudhar dan Khairuddin. Hukum Keluarga di Dunia Islam Modern, Studi Perbandingan UU Modern dan Kitab-Kitab Fikih Klasik Jakarta: Ciputat Press, 2003.
Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Rofiq, Ahmad. Hukum Perdata Islam di Indonesia. Depok: PT Rajagrafindo Persada, 2015.
Tarigan, Amiur Nuruddin dan Azhari Akmal. Hukum Perdata Islam di Indonesia, Studi Kritis Perkembangan Hukum Islam dari Fikih, UU No.1 Tahun 1974 sampai KHI. Jakarta: Kencana, 2004.
Supani, “Pencatatan Perkawinan Dalam Teks Perundang-Undangan Perkawinan di Beberapa Negara Islam Perspektif Usul Fikihâ€, Jurnal Kajian Hukum Islam, No.1 Vol.V Januari, 2011.
Susanto, Happy. Nikah Sirri Apa Untungnya?. Jakarta: Visimedia, 2007.
Syarifuddin, Amir Ushul Fiqh II, Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1999.
Umar, Hasbi. Nalar Fikih Kontemporer. Jakarta: Gaung Persada Press, 2007.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan.
Usman, Rachmadi. “Makna Pencatatan Perkawinan Dalam Peraturan Perundang-Undangan Perkawinan Di Indonesiaâ€, Jurnal Legislasi Indonesia, No.03, Vol. 14 September, 2017.
Zubaidah, Dwi Arini. “Pencatatan Perkawinan Sebagai Perlindungan Hukum Dalam Perspektif MaqÄá¹£id Asy-Syarῑ’ahâ€, Al-AḥwÄl, Vol. 12, No. 1, 2019.
Zuhaili, Wahbah. al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh, Jilid X. Beirut: Dar al-Fikr, 2004.
Zuhdi, Masjfuk. “Nikah Sirri, Nikah di Bawah Tangan, dan Status Anaknya Menurut Hukum Islam dan Hukum Positifâ€, Jurnal Dua Bulanan Mimbar Hukum, No. 28 September-Oktober, 1996.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Accepted 2022-10-25
Published 2022-10-25


